Rabu, 01 Agustus 2012

CBIS (Computer Based Information System)

Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sebelum mengetahui apa itu sistem informasi berbasis komputer, baiknya kita mengetahui lebih dulu apa saja hal yang ada dalam CBSI.

Sistem
Tanpa memperhatikan asal usulnya, sebuah sistem memiliki beberapa elemen yang sama. Yaitu Sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (commom purpose) (James A. Hall, 2001: 5)

Menurut Mulyadi (1999) sistem didefinisikan sebagai kelompok unsur yang erat berhubungan satu sama lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu 

Sedangkan Walkinson (1999) menguraikan sistem dengan sebuah kerangka (framework) yang terintegrasi satu atau beberapa tujuan. Sistem akan mengkoordinasikan sumber daya yang diperlukan untuk mengolah memasukkan menjadi keluaran atau output atau hasil.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, sistem dapat disimpulkan sebagai hubungan dari unsur yang disebut sebagai subsistem yang saling berhubungan dan bekerjasama secara terpadu agar dapat mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Tujuan dari sistem yaitu :
1. Untuk mendukung fungsi manajemen
2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen
3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan


Data
Data : deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung pada pemakai. dimana kemudian deskripsi tersebut diolah sehingga menghasilkan suatu bentuk yang bisa memberikan pengaruh yang signifikan pada pemakai.


Informasi 
Adalah data yang diproses lebih jauh sehingga mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai “nilai pengaruh” atas tindakan-tindakan, keputusan-keputusan sekarang atau masa yang akan datang (Davis dan Olson,1985).

John Burch dan Gary Grudnitsky (1986) mendefinisikan informasi sebagai berikut: informasi adalah data yang telah diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan didalam pembuatan keputusan.

Menurut George H. Bodnar (1980): informasi adalah data yang berguna.

Barry E. Cushing (1974): informasi menunjukkan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna kepada orang yang menerimanya.

Kualitas dari sebuah informasi berdasarkan pada :
1. Akurat. Informasi harus tepat mewakili objek yang diwakilinya dan bebas dari kesalahan.
2. Relevan. Harus ada kesesuaian antara informasi dengan masalah yang akan dipecahkan berdasarkan informasi tersebut.
3. Lengkap. Jumlah informasi harus mencukupi untuk digunakan sebagai bahan membuat keputusan.
4. Ringkas. Jumlah informasi tidak boleh berlebihan.
5. Lingkup luas. Informasi yang disampaikan harus dapat meliputi semua objek yang harus disampaikan.
6.Kinerja informasi. Seberapa sering informasi dapat berguna bagi pembuat keputusan.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa informasi adalah :
1. Data yang diolah
2. Ketika selesai di olah data menjadi bentuk yang berguna bagi penggunanya
3. Memiliki kualitas dimana ketika digunakan, informasi itu dapat betul-betul membantu dalam pengambilan keputusan.

Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dimana informasi yang ada dari satu bagian dan bagian lain saling menyatu serta bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Peranan sistem informasi pada organisasi yaitu :

Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas.
Mengkaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem.
Mengkoordinasikan subsistem-subsistem.
Mengintegrasikan subsistem-subsistem.


Sitem informasi berbasis komputer
"berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis


ketika menggunakan komputer dala mengolah sistem informasi yang ada, maka akan terjadi perubahan-perubahan. apabila perubahan ini terjadi secara langsung dari sistem manual menuju pada komputerisasi maka akan terjadi perubahan yang cukup dramatis yaitu:
1. Perubahan Terhadap Struktur Organisasi
    Dalam hal ini perusahaan harus membuat struktur organisasi baru dimana lebih        tersentralisasi karena adanya komputer yang dapat dijadikan sebagai pusat informasi dan menyebarkannya ke seluruh bagia perusahaan.
Dalam hal ini pula, perusahaan harus menambah departemen baru dalam perusahaan yaitu departemen pengolahan data elektronik atau departemen sistem informasi.

2.  Perubahan terhadap simpanan data
      Pada sistem manual data dicatat di jurnal dan ledger (buku besar dan buku pembantu). Pada sistem komputer, data disimpan di file dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin (machine readable form) seperti misalnya disk magnetik atau pita magnetik dan tidak terbaca oleh mata manusia biasa.

3.  Perubahan Pemrosesan Volume Data Besar yang Rutin
     Komputer dapat membuat operasi perusahaan menjadi lebih cepat, lebih tepat dan tidak akan lelah. dibandingkan dengan manusia yang dapat lelah baik fisik maupun mental maka komputer berbeda. Namun komputer harus diperhatikan komponennya dan kapan perbaikan agar tidak adanya kerusakan karena kelemahan komputer yaitu pada tidak berfungsinya komputer karena kerusakan komponen yang ada.

4. Perubahan terhadap ketersediaan informasi
    Ketika adanya komputer maka kebutuhan informasi akan lebih mudah didapatkan ketika informasi itu sedang dibutuhkan.

End-User Computing
End-user computing yang disingkat dengan EUC adalah Pengguna komputer secara langsung oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan computer based solution dengan cepat (Horrison dan Rainer, 1992) Pemanfaatan komputer oleh pemakai (Bodnar, 1996). Raymond (1996) end-user computing adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem oleh pemakai akhir. Pemakai akhir menurut John F. Rockart dan Lauren S. Flannery (1983) dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka, antara lain:

Pemakai Akhir Tingkat Menu (menu-level-end-user)
Sebagai pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi (prewritten software) dengan menggunakan menu-menu yang ditawarkan, seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunak berbasis windows.

Pemakai Akhir Tingkat Perintah (command-level-end-user)
Sebagai pemakai akhir mempunyai kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar menu-menu. Para pemakai akkhir ini dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi aritmatika dan logika pada data.

Pemakai Akhir Tingkat Programer (end-user programmer)
Sebagai pemakai akhir menggunakan bahasapemrosesan seperti HTML (Hyper Text Markup Language), Visual Basic, Java Script, serta mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.

Personil Pendukung Fungsional (functional support personnel)
Di sejumlah perusahaan, spesialis informasi adalah anggota unit-unit fungsional dan bukannya di unit jasa informasi. Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya, tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer fungsional mereka. 

Kontribusi CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
o penghematan waktu (time saving)
o penghematan biaya (cost saving)
o peningkatan efektivitas (effectiveness)
o pengembangan teknologi (technology development)
o pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

   


http://kutukomputer.net23.net/2009/03/sistem-informasi-berbasis-komputer-2/

http://zhes.wordpress.com/2010/01/03/cbis-computer-based-information-system/

Ditulis Oleh : Geraldi Gusto Gentong // 00.05
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Geraldi.com. Diberdayakan oleh Blogger.